Bukan karena Vaksin, Guru Susan Ternyata Lumpuh Disebabkan oleh Guillain Barre Syndrome

Watch on YouTube (Embed)

Show annotations

43,371

241

57

Genre: News & Politics

Family friendly? Yes

Wilson score: 0.7603

Rating: 4.2349 / 5

Engagement: 0.6871%

Tribunnews.com

Subscribe | 5.2M

Shared May 3, 2021

TRIBUN-VIDEO.COM - Penyebab kelumpuhan seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat seusai vaksin akhirnya terungkap.

Pihak Komda Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) menyatakan bahwa kelumpuhan guru tersebut tidak berkaitan dengan vaksin.

Guru tersebut didiagnosis menderita Guillain Barre Syndrome (GBS).

Kondisi guru bernama Susan Antela (31) ini diungkap oleh Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Jawa Barat Kusnandi Rusmil.

Dikutip dari TribunJabar.id, Senin (3/5), Kusnandi mengatakan, berdasarkan analisa pihaknya, Susan menderita Guillain Barre Syndrome (GBS).

Diagnosa ini berdasarkan serangkaian pemeriksaan seperti CT scan toraks, pemeriksaan darah, serta pemeriksaan oleh dokter syaraf.

Kusnandi pun menegaskan, bahwa kondisi Susan tidak berkaitan dengan vaksinasi.

Untuk diketahui, Susan mengeluhkan tak dapat melihat secara jelas serta mengalami kelemahan anggota gerak.

Hal ini terjadi tak lama setelah Susan menjalani vaksinasi.

"SA wanita 31 tahun dengan keluhan kedua mata buram dan kelemahan anggota gerak, keluhan mata buram muncul secara perlahan lahan 12 jam pasca imunisasi Covid."

"Telah dilakukan CT scan toraks dan pemeriksaan darah sesuai prosedur dan hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis saraf di diagnosa dengan berupa Guillain Barre Syndrome," ujarnya saat konferensi pers via zoom meeting, Senin (3/5/2021).

"Saat ini keadaan umum SA sudah membaik, mata sudah baik, minggu depan akan kontrol kembali ke rumah sakit tempat merawat inap," katanya.

Meski begitu, kondisi Susan kini berangsur membaik.

Kusnandi mengatakan, hingga 21 April 2021 telah dilakukan vaksinasi terhadap hampir 20 juta dosis, belum ditemukan bukti kuat keluhan gejala klinis seperti yang terjadi pada Susan terkait dengan vaksinasi.

Menurutnya, kondisi yang dialami oleh Susan setelah vaksinasi adalah kebetulan.

Kusnandi menjelaskan, GBS yang dialami Susan terjadi lantaran dua minggu sebelum vaksin, sudah ada infeksi.

"Diagnosa saat ini pada SA ditegakkan ada Guillain Barre Syndrome (GBS). Hasil dari pada audit KIPI terjadi GBS, ini biasanya akan terjadi gak langsung, biasanya itu dua minggu sebelumnya sudah ada masalah, ada infeksi dulu sehingga pada waktu itu terjadi kebetulan, oleh karena GBS itu tidak mungkin langsung begitu suntik langsung lumpuh itu gak, hal-hal dengan itu dua minggu sebelumnya ada infeksi terus zat-zat tertentu sehingga pada waktu satu hari setelah itu dia akan lumpuh," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Susan mengalami lumpuh seusai mengikuti kegiatan vaksinasi.

Menurut adik Susan, Yayu. 10 menit seusai vaksin, kakaknya mengalami gejala pusing, mual, dan tubuh yang lemas,

Kondisinya semakin buruk karena sampai mengalami kesulitan penglihatan dan lumpuh.

Berdasarkan informasi terbaru, Susan kini sudah mulai membaik.

Dirinya sudah bisa menggerakan kakinya meski belum dapat berjalan.

Penglihatannya pun dilaporkan sudah berangsur membaik.

(TribunVideo.com)


Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ketua KIPI Jabar Sebut Sakit yang Dialami Guru Susan Tak Berkaitan dengan Vaksin, Ini Penjelasannya, https://jabar.tribunnews.com/2021/05/....
Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti